7 Ciri-ciri Orang yang Tidak Ikhlas Dalam Beribadah Kepada Allah

Posted on

Ikhlas adalah salah satu hal penting dalam beribadah kepada Allah SWT setelah niat. Hal itu dikarenakan ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal ibadah kita oleh Allah SWT. Ikhlas bisa kita artikan sebagai meniatkan segala apa yang kita lakukan semata-mata hanya karena Allah SWT dan demi mengharap ridho-Nya.

Oleh karenanya, setiap ibadah yang kita kerjakan harus didasari dengan rasa ikhlas serta sebuah niat yang tulus. Karena hanya dengan itulah ibadah yang kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT sehingga dicatat sebagai amal sholeh yang kelak bisa menjadi bekal kita di kehidupan akhirat.

Tetapi sebaliknya apabila ibadah yang kita lakukan tidak didasari rasa ikhlas dan niat yang tulus, maka sudah bisa dipastikan bahwa ibadah tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT dan tidak dicatat sebagai amal sholeh, bahkan bisa saja dicatat sebagai salah satu amal yang tidak baik.

Terdapat beberapa ciri-ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT, diantaranya:

1. Terlalu Berharap Kepada Makhluk
Seorang sahabat yang mendapat julukan gerbangnya ilmu, yaitu Sayyidina Ali r.a. pernah mengatakan bahwa orang yang ikhlas itu tidak berharap pujian dan ucapan terima kasih ketik beramal. Karena setiap amal ibadah pada hakikatnya adalah kita sedang melakukan hubungan dengan Allah SWT sehingga harapan yang ada hanyalah untuk mencari keridhoan Allah SWT semata.

2. Sering Sekali Merasa Kecewa Dalam Hidupnya
Orang yang benar-benar ikhlas ketika beribadah tidak akan pernah berubah sikapnya walaupun di saat melakukan suatu amal kebaikan ada/tidak ada orang yang memuji kebaikannya tersebut. Jangankan dipuji, bahkan seandainya pun dicaci maki apabila hal yang dilakukan adalah benar menurut ajaran Allah, dia akan tetap melakukannya tanpa mundur sedikitpun.

Demikian pula jika seseorang tidak ikhlas dalam ibadahnya akan menunjukkan sikap berbeda. Dia akan merasa sangat kecewa setiap kali tidak ada orang yang memuji perbuatan baiknya apalagi dia bisa menjadi marah bila dicaci maki.

Sehingga apabila sudah tidak mendapat pujian, dia akan menghentikan amal baik tersebut karena menganggapnya sebagai sesuatu yang sia-sia dan hanya buang-buang tenaga saja.

3. Mengumbar Amal Kebaikannya
Orang yang ikhlas melakukan setiap amal hanya akan memiliki niat bahwa amal baik yang dilakukannya menjadi urusan dirinya dengan Allah SWT saja sehingga orang lain tidak perlu mengetahui.

Sebaliknya jika seseorang yang tidak ikhlas dalam melakukan amal ibadah, akan memamerkan amal baik tersebut agar orang lain memuji dan menganggapnya sebagai orang baik.

Bukankah orang baik tidak perlu menunjukkan kepada orang lain bahwa dia itu baik? Karena semuanya akan tercermin dari tingkah laku yang dilakukannya sehari-hari sehingga meskipun tidak dipamerkan orang akan tetap bisa menilainya dari tingkah laku tersebut.

4. Membeda-bedakan Amal
Orang yang ikhlas tidak akan memilih-milih mana amal baik yang kecil atau besar. Semua amal ibadah akan dilakukannya dengan hati gembira untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Berbeda halnya jika seseorang yang tidak ikhlas, dia akan memilih-milih antara amal yang besar dan kecil.

Itu dilakukan karena dia beranggapan bahwa amal yang besar akan menghasilkan pahala dan ridho Allah yang besar pula, sedangkan amal yang kecil akan menghasilkan pahala dan ridho Allah yang kecil.

Padahal semua amal baik adalah sama saja di hadapan Allah SWT sepanjang kita mau menjalankannya dengan niat yang baik, tulus, serta ikhlas dengan semata-mata hanya untuk mengharap ridho-Nya.

5. Membeda-bedakan Orang atau Golongan
Orang yang ikhlas dalam beramal menjadikannya orang yang tidak pernah membeda-bedakan makhluk ciptaan-Nya, baik dari kelompok islam atau non islam, tua atau muda, kaya atau miskin, dan lainnya.

Dia akan melakukan amal kebaikan kepada siapapun yang membutuhkan. Dia akan merasa senang untuk bisa menolong sesamanya. Hal itu berbeda dengan orang yang tidak ikhlas. Dia akan memilih orang ataupun golongan yang akan dibantunya sebagai sebuah amalan baik.

Orang yang tidak ikhlas dalam beribadah lebih senang memberikan bantuan kepada orang orang yang kaya daripada orang miskin. Itu lakukan karena ada rasa pamrih dan mengharapkan balasan dari orang yang dibantunya tersebut.

6. Niat Tidak Tulus
Sebagaimana disebutkan dalam poin-poin di atas bahwa orang yang tidak ikhlas dalam beribadah akan selalu mengharapkan pujian dari orang lain.

Hal ini muncul karena sejak awal niatnya tidak tulus karena Allah SWT saja. Namun karena mengharapkan pujian agar bisa lebih dikenal orang dengan kebaikan amalnya tersebut.

7. Kurangnya Rasa Syukur dan Do’a
Orang yang ikhlas dalam ibadahnya pasti akan senantiasa bersyukur telah diberikan waktu dan kesempatan menjalankan ibadah serta amal-amal ibadah lainnya kepada Allah SWT.

Akan tetapi beda halnya dengan orang yang tidak ikhlas. Dia akan jarang sekali memanjatkan rasa syukur atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepadanya untuk bisa beribadah dan berbuat amal-amal kebaikan lainnya.

Itulah beberapa ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebenarnya masih banyak lagi sebenarnya ciri-cirinya. Salah satu hal paling penting adalah Allah SWT tidak akan membeda-bedakan amal ibadah yang dilakukan oleh hamba-Nya selama dia melakukannya dengan niat yang tulus dan ikhlas serta mengharapkan ridho-Nya semata.

Lakukanlah amal ibadah kita dengan lillahi ta’ala (hanya karena Allah SWT). Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-Nya yang selalu diberikan rasa ikhlas dan mendapat ridho-Nya dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *