Anda Salah …. Jumlah Presiden Indonesia Bukan 7 Tapi 9 Presiden, 2 Lagi Siapa?

Posted on

Indonesia telah merdeka selama 72 tahun. Selama itu, tentunya sudah banyak sekali sejarah yang mengisahkan perjuangan bangsa ini. Bahkan sejak dari zaman batu pun negara kita sudah menjadi satu dari sebagian sejarah dunia yang tak terlupakan.

Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, terdapat tujuh nama yang memimpin bangsa ini. Mulai dari Ir. Soekarno hingga Ir. Joko Widodo, rasanya sangat layak untuk dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia. Mereka telah berjuang untuk membangunbangsa ini hingga bisa menjadikan bangsa dan Negara Indonesia sampai sekarang ini. Tentu saja mereka tidak berjuang sendirian namun tetap membutuhkan peran serta seluruh rakyat Indonesia.

Akan tetapi sangatlah tidak pantas bagi kita jika melupakan dua nama besar lainnya yang ternyata juga pernah memimpin bangsa ini. Kisah mereka tidak banyak diceritakan dalam buku sejarah. Namun sangalah penting bagi kita untuk mengetahui kedua nama itu. Berikut adalah dua Presiden Indonesia yang terlupakan tersebut:

Syafruddin Prawiranegara

Nama Syafruddin Prawiranegara mungkin tidak banyak dikenal oleh rakyat Indonesia. Ia dilahirkan di Serang, Banten, 29 Februari 1911 dan pernah memimpin Indonesia pada zamannya. Syafruddin menjabat sebagai Presiden dari PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada 22 Desember 1948 ketika pemerintahan Indonesia di Yogyakarta jatuh ke Belanda.

Ketika itu, Agresi Militer Belanda II memang sedang terjadi. Presiden Indonesia dan wakilnya, Soekarno dan Mohammad Hatta ketika itu telah berhasil ditangkap Belanda. Pada masa penahanannya, Soekarno mengirimkan sebuah telegram rahasia kepada Syafruddin yang memerintahkan untuk membentuk pemerintahan darurat di daerah Sumatera. Segera setelah itu dibentuklah PDRI dengan Syafruddin sebagai presidennya.

Ternyata selain mendapatkan izin dari Soekarno, PDRI juga direstui oleh negara-negara internasional untuk berdiri. Tanggal 22 Desember 1948 PDRI resmi berdiri dengan dipimpin Syafruddin. Ketika Agresi Militer II Belanda selesai, pasukan Belanda menarik diri dari Indonesia. Per tanggal 13 Juli 1949, PDRI diserahkan kepada Soekarno lalu PDRI dibubarkan dan kembali pada pemerintahan NKRI.

Assaat

Assaat adalah orang kedua yang pernah menjabat sebagai pemimpin di Indonesia. Pria ini dilahirkan di Sumatera Barat, 18 September 1904 dan menjabat sebagai Presiden Indonesia ketika masih bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS ). Pada Desember 1949, Belanda memberikan kedaulatan Indonesia kepada RIS. Maka secara otomatis Soekarno dan Hatta harus menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RIS, sedangkan pada saat yang sama Republik Indonesia mengalami kekosongan pemimpin. Lalu atas intruksi Soekarno, Assaat diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia. Assaat yang merupakan seorang cendekiawan dipercaya untuk memimpin Indonesia selama kurang dari satu tahun.

Seiring dengan berakhirnya masa penjajahan Belanda di Indonesia, tanah air kita memperoleh kestabilan politiknya. Republik Indonesia ataupun Republik Indonesia Serikat sama-sama diakui kedudukannya di mata dunia internasional. Keduanya kemudian dilebur menjadi NKRI dan jabatan Assaat di puncak pemerintahan pun berakhir. Duet Proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta kembali memimpin Indonesia.

Itulah dua nama yang pernah mengisi posisi pucuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia. Sayangnya, kedua nama ini seperti tak terhitung menjadi pemimpin Indonesia. Meskipun tidak berlangsung lama, kedua tokoh tersebut tetap mempunyai andil yang sangat besar demi mempertahankan kestabilan politik di Indonesia pada masa itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *