Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Tuntut PT Era Sawita,Gelar Aksi Damai Terkait Limbah Sungai
Kamis, 13-02-2020 - 22:17:36 WIB

TERKAIT:
 
  • Tuntut PT Era Sawita,Gelar Aksi Damai Terkait Limbah Sungai
  •  

    Rokan Hulu(Liputanonline.com)-Ratusan massa dari LSM, masyarakat, dan mahasiswa tergabung dalam Koalisi Jaringan Organisasi Masyarakat (KOJOM), gelar aksi damai ke PKS PT.Era Sawita, di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (12/02/2020).

    Adapun ratusan massa yang melakukan aksi, mendapat pengamanan puluhan personil Polri dan TNI, massa hadir dengan menumpang sekitar 20 unit mobil pribadi dan pick up, serta belasan unit sepeda motor.

    Di depan gerbang pintu masuk PKS PT.Era Sawita, melalui pengeras suara secara bergantian dari perwakilan LSM, mahasiswa dan pimpinan Pondok Pesantren Nizhammuddin H.Zulkifl Said, selaku pelapor atas imbas limbah yang mencemari Sungai Kuku dekat Ponpesnya, berorasi meminta pertanggungjawaban pihak perusahan atas limbah yang sudah mencemari lingkungan.

    H.Zulkifli Said selaku pelapor yang merasa dirugikan atas imbas limbah PKS yang dibuang di Sungai Kuku, meminta perusahaan bertanggung jawab.

    "Kita menutut pihak perusahaan beryanggunjawab, karena sudah tiga kali persahaan lakukan pencemaran limbah di pondok pesantren kita.  Pertama pada tanggal 31 Oktober 2014 dilakukan pertemuan dengan pihak ke 3, lalu 13 Februari 2016 sudah dilaporkan ke Polres Rohul tapi tidak ditindaklanjuti," terang H.Zulkifli Said

    "Kemudian pencemaran ketiga tanggal 5 Juli 2019, ini sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Rohuk. Dari proses dan hasil itu sudah ada surat paksaan pemerintah ada berapa item yang harus dikerjakan dengan waktu diberi 3 bulan. Namun sampai sekarang tidak berjalan di tambah lagi surat pembekuan dan aplikasi oleh dinas perizinan juga tidak dilakukan oleh PT. Era Sawita," tegas Zulkifli Said.

    Zulkifli menjelaskan, dari pihak melapor pondok pesantren Nizhammuddin meminta, persoalan itu supaya tetap dibawa ke ranah hukum yang berlaku. Karena dampak pencemaran pertama, kedua dannketiga sama. Banyak ikan ,ular dan biawak mati semuanya. Bahkan kini masyarakat sekitarnya tidak bisa lagi mengambil ikan, karejlna ikan di sungai Kuki sudah nggak ada lagi.

    "Yang kena dampak langsung adalah kita,  karena kita berinteraksi langsung dengan masyarakat di pondok pesantren," tambah Zulkifli.

    Sementara itu , penanggung jawab aksi damai dari KOJOM Rohul Mintareja mengatakan, aksi mereka merupakan gabungan LSM, mahasiswa dan masyarakat, yang intinya menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan atas limbah mereka.

    Diterangkan Mintareja, dengan membacakan pernyataan sikap, berisi bahwa sebagai gabungan organisasi masyarakat yang memang sengaja langsung dikuasakan oleh pondok pesantren Nizhammuddin ke KOJOM sebagai pendampingan dalam penyelesaian terkait limbah yang dilakukan oleh PT Era Sawita.

    "Sikap kita jelas secara tertulis sudah disampaikan, bahwa kita ingin segera penyelesaian itu lebih lanjut, baik secara pidananya dengan cara pencabutan izin perusahaan PT. Era Sawita. Karena kita sudah mengantongi dokumen-dokumen yang memang betul-betul mereka sudah tidak berhak lagi untuk berada di Rohul," ujar Mintareja.

    "Salah satu contohnya, bahwa dari fakta yang ada limbah sudah di-cheat . Itu sudah tiga kali 2012,2016 kemudian 2019 jelas-jelas diproses sampai ada namanya surat keputusan Bupati terkait pembekuan. Kita juga mengantongi hasil kegiatan terakhir setelah sanksi pembekuan berakhir dalam limit waktu 10 hari," tambah Mintareja.

    "Ternyata PT.Era Sawita juga tidak melaksanakan seutuhnya sesuai dengan harapan sanksi itu sendiri dan sesuai dengan apa yang tertuang di dalam surat pembekuan. Inilah yang menyebabkan polemik bagi kita setelah munculnya surat pembekuan dari pemerintah Kabupaten Rohul. Dan limitnya juga sudah habis, lalu setelah itu apa itu biang daripada penyebab kita aksi hari ini ke perusahaan," Ungkapnya.

    Kemudian, Mintareja meminta ketegasan pemerintah dalam hal ini, untuk segera memberikan sanksi hukum ke Era Sawita. Karena di dalam aturan undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 itu jelas dituangkan terkait pengelolaan ataupun terkait dampak dari pada limbah.

    "Sehingga kita minta segera diberikan sanksi, segera dijatuhkan denda sesuai dengan undang-undang. Itu saja harapan kita. Dan alhamdulillah tadi kita sudah dengar dan Kita konteksnya aksi damai tentu berharap dari pemerintah dan sudah diberi garansi oleh Polres Rohul, pada Selasa Pekan depan Kapolres Rohul dalam pernyataan yang diwakili oleh Kapolsek kepenuhan AKP Dasril, tadi jelas-jelas mengatakan ini akan segera di mediasi secepatnya," pungkasnya.

    "Kita sebagai harapan masyarakat yang dikedepankan dalam hal itu tentu kita tunggu itu barangkali yang kita inginkan," Tutup Mintareja.

    Sedangkan pimpinan PKS setelah didesak massa agar menemui massa, akhirnya Samandikan selaku kepala PKS PT.Era Sawita bersedia menemui massa.

    Samandikan memberi pernyataan, bahwa segala masukan yang siamapaikan dalam orasi massa KOJOM Rohul, nantinya akan disampaikannya ke management yang ada di kantor pusat.

    "Saya punya managemen, kita hanya sebagai pekerja disini. Dan segala sesuatunya akan disampaikan, apapun keputusan managemen nanti kita lihat," Sebut Kepala PKS tersebut.

    Selanjutnya,  mendapatkan jawaban dari kepala PKS walaupun belum memuaskan, massa akhirnya membubarkan diri dengan cara konvoi kendaraan, sama saat berangkat ke PKS. Aksi berlangsung damai aman dan kondusif.(Red)



     
    Berita Lainnya :
  • Tuntut PT Era Sawita,Gelar Aksi Damai Terkait Limbah Sungai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Rindu Bersaing, Messi Puji Setinggi Langit Talenta Ronaldo
    02 Olympiakos Vs Arsenal, Gol Tunggal Lacazette Bawa The Gunners Menang
    03 Satukan Persepsi Tanoto Foundation untuk Tingkatkan Pendidikan
    04 Anggota DPRD Riau Gelar Reses
    05 Sukses Fasilitasi Ganti Rugi Jalan Tol, Kementerian PUPR Puji Bupati Kampar
    06 Menaker: Cuti Hamil hingga Cuti Haid untuk Pekerja Tidak Dihapus
    07 Ajaran Pantang Menyerah dan Lawan Rasa Lelah dari Shin Tae-yong
    08 Kecelakaan Lalu lintas Superben Terbalik, Avanza Ringsek
    09 Kecamatan Bangkinang Kota Paparkan Musrenbangcam Prioritas Tahun 2021
    10 Pemain Persija Disambut 'Song of Pride' di Stadion Gelora Delta Sidoarjo
    11 Final Piala Gubernur Jatim 2020, Adu Tajam Da Silva dan Simic pada Laga Persebaya Vs Persija
    12 Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess
    13 Tingkatkan Ekonomi Masyarakat , Pemda Kuansing Upayakan Harga Karet Di Kuansing Meningkat.
    14 Jokowi ke Riau, HK Klaim Pembangunan Tol Permai Sudah 90 Persen
    15 3.200 Personel Gabungan Siap Amankan Kedatangan Presiden ke Riau
    16 City Menang, Aymeric Laporte Bikin Rekor
    17 Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020
    18 Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) Republik Indonesia mengelar sosialisasi program Per
    19 Ribuan Suporter Antre Tiket Laga Persebaya vs Arema Final Piala Gubernur Jatim
    20 Edwin Pratama Serahkan Usulan Pembangunan Riau ke Menteri PUPR
    21 Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
    22 Gubernur Riau Pimpinan Rapat Bahas Persiapan Kunjungan Presiden Jokowi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA