Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Menkumham Sukses Ekstradisi Buronan Pembobol Bank BNI dari Serbia‬
Minggu, 12-07-2020 - 00:07:44 WIB

TERKAIT:
 
  • Menkumham Sukses Ekstradisi Buronan Pembobol Bank BNI dari Serbia‬
  •  

    Liputanonline.com -  Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly membawa kejutan menggembirakan dari kunjungannya ke Serbia. Delegasi yang dipimpinnya sukses menyelesaikan proses ekstradisi terhadap buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari negara tersebut.‬

    ‪"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia," kata Yasonna dalam keterangan pers kepada wartawan, Rabu (8/7/2020).

    "Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang," katanya.

    ‪Yasonna menyebut pemulangan ini sempat mendapat 'gangguan', tapi Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.‬

    "Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, tapi lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan. Sempat ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi, juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud," ujar Yasonna.

    ‪"Dalam pertemuan kami, Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga kembali menggaris bawahi komitmen tersebut. Proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara. Di sisi lain, saya juga sampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia, Bapak M Chandra W Yudha, yang telah bekerja keras untuk mengatur dan memuluskan proses ekstradisi ini," katanya. ‬

    ‪Menteri Yasonna ini juga menyebut ekstradisi Maria Pauline Lumowa tak lepas pula dari asas resiprositas (timbal balik). Sebelumnya, Indonesia sempat mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.‬

    Sebagai catatan, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai USD136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

    ‪Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

    ‪Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, tapi Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

    Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang malah memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

    Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. "Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," kata Yasonna.

    ‪"Selain itu, keseriusan pemerintah juga ditunjukkan dengan permintaan percepatan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa. Di sisi lain, Pemerintah Serbia juga mendukung penuh permintaan Indonesia berkat hubungan baik yang selama ini dijalin kedua negara. Dengan selesainya proses ekstradisi ini, berarti berakhir pula perjalanan panjang 17 tahun upaya pengejaran terhadap buronan bernama Maria Pauline Lumowa. Ekstradisi ini sekaligus menunjukkan komitmen kehadiran negara dalam upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia," ucap Yasonna.

    ‪Delegasi Indonesia pimpinan Yasonna Laoly dijadwalkan tiba di Tanah Air bersama Maria Pauline Lumowa pada Kamis (9/7/2020) pagi.‬



    Sumber:
    #PDIPerjuangan



     
    Berita Lainnya :
  • Menkumham Sukses Ekstradisi Buronan Pembobol Bank BNI dari Serbia‬
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dua Oknum Polisi Diamankan Terlibat Narkoba, 2,7 Kg Sabu Disita
    02 Sidang Suap Proyek Jalan Duri-Sei Pakning,Tajul Mudaris Minta Fee 4 %,Ardiansyah Dapat 1,5 Persen
    03 Pejabat Eselon II, Gubernur Riau Segera Evaluasi
    04 Walikota: Sanksi Denda Bukan untuk PAD, Tapi Mengingatkan Semua Agar Waspada Lindungi Diri
    05 Belajar Kelola Layanan Publik, Pemkab Sijunjung Sambangi Pemko Pekanbaru
    06 DPRD Riau Kecewa Masih Ada Daerah Belum Salurkan Bansos Covid-19
    07 Liga Inggris Normal Lagi di 2020/2021
    08 Mahasiswa HMI Desak Kejati Riau Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Pemkab Siak
    09 Jalankan Instruksi Presiden, Pemko Galakkan Kampanye Masker
    10 Agus Fadjari, Memimpin Acara Serah Terima Jabatan Jajaran Kodam IV di Diponegoro
    11 Ingat! Pelanggar Ganjil Genap Mulai Ditilang Hari Ini
    12 Alexis Sanchez Selangkah Lagi Jadi Pemain Inter Milan
    13 2 Batang Gading Gajah Terancam 5 Tahun Penjara
    14 Sekolah Negeri di Pekanbaru Belum Bisa Belajar Tatap Muka, Belum Dapat Izin Mendikbud
    15 SMP Negeri 6 Kuantan Mudik, di Resmikan Bupati Kuantan Singingi Drs.H Mursini, M.Si
    16 Bupati Kampar Laporkan Langkah-langkah Pemda Kampar Untuk Menangani Penyebaran Covid-19
    17 BNN Gadungan Menangkap 2 Orang di Duga Pemakek Narkoba,Minta Tebus Pada Keluarga Akhirnya di Tangkap
    18 63 Kepala Sekolah di Peras, Sejumlah Oknum Jaksa Riau Terancam Hukuman Berat
    19 Buronan Kasus Korupsi Pertamina Ditangkap Kejari Cilacap
    20 Ada Messi, Barcelona Masih Mungkin Juara Liga Champions
    21 Mursini Bupati Kuansing, Jalin Siraturahmi Bersama Edwin Pratama Putra SH dan DPD RI Dapil Riau
    22 Protokol Kesehatan Diberlakukan 6 Juli, Bagi yang Melanggar di Kenakan Denda
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA