Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Polisi Sebut Muncikari Kasus Kawin Kontrak di Bogor Punya Puluhan 'Anak'
Jumat, 14-02-2020 - 18:41:27 WIB

TERKAIT:
 
  • Polisi Sebut Muncikari Kasus Kawin Kontrak di Bogor Punya Puluhan 'Anak'
  •  

    Jakarta(Liputanonline.com)-Bareskrim Polri menangkap satu sindikat yang menjajakan bisnis prostitusi berkedok kawin kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Polisi menyebut, setiap muncikari memiliki puluhan wanita yang akan ditawarkan untuk kawin kontrak.

    "Satu orang (mucikari) memiliki 20 sampai 30 orang pengikut jaringan yang siap dipertemukan dengan WNA yang membutuhkan (kawin kontrak). Satu muncikari mendapatkan beberapa perempuan yang bisa dihubungkan dengan WNA," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).

    Brigjen Ferdy mengatakan dalam kasus ini ada 5 pelaku yang ditangkap, yakni Nunung Nurhayati, Oom Komariah alias Rahma, H. Saleh, Devi Okta Renaldi, dan Almasod Abdulalziz. Ferdy mengungkapkan, Nunung dan Rahma adalah seorang mucikari kerap dipanggil 'mamih'.

    Ferdy menambahkan, Nunung dan Rahma mendapatkan anak asuh dari tempat asalnya. Dia menyebut, satu sindikat ini menawarkan pilihan paket ke turis Timur Tengah, yakni Booking Out (BO) dan kawin kontrak. Pelaku, lanjutnya, mendapat untung 40 persen dari tiap wanita yang disewa turis Timur Tengah.

    Dia pun mengatakan, harga perempuan yang ditawarkan kepada WNA Timur Tengah ini variatif. Bila ada WNA yang ingin BO 1 sampai 3 jam, dihargai Rp 500 ribu. Untuk kawin kontrak selama 3 hari, seharga Rp 5 juta. Lalu untuk kawin kontak selama 7 hari, dikenakan biaya Rp 10 juta.

    Ferdy kemudian mencontohkan teknis bisnis kawin kontrak ini, dia menyebut nantinya pelanggan akan menghubungi mucikari, kemudian si mucikari itu akan menawarkan beberapa wanita. Setelah itu si pelanggan akan menunjuk wanita mana yang akan dinikahi secara kontrak.

    "Itu hidup bersama, dinikahkan, kemudian setelah itu selesai, mereka kembali ke negaranya masing-masing. Jadi, siapapun bisa menjadi saksi dan penghulu, disahkan lah pernikahan kontrak ini. Kenapa menjadi bisnis? Karena ada supply dan demand. Dan ini dijadikan bisnis, bisnis seks di sana," ungkap dia.

    Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 7 handphone, uang Rp 900 ribu, pasport dan 2 boarding pass milik pelaku Almasod, dan print out pemesanan apartemen. Atas peristiwa ini, para pelaku dijerat Pasal 2 ayat 1 dan 2 UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman hukuman 3 hingga 15 tahun penjara.(red)

    Artikel ini telah tayang:
    Detik.Com



     
    Berita Lainnya :
  • Polisi Sebut Muncikari Kasus Kawin Kontrak di Bogor Punya Puluhan 'Anak'
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Rindu Bersaing, Messi Puji Setinggi Langit Talenta Ronaldo
    02 Olympiakos Vs Arsenal, Gol Tunggal Lacazette Bawa The Gunners Menang
    03 Satukan Persepsi Tanoto Foundation untuk Tingkatkan Pendidikan
    04 Anggota DPRD Riau Gelar Reses
    05 Sukses Fasilitasi Ganti Rugi Jalan Tol, Kementerian PUPR Puji Bupati Kampar
    06 Menaker: Cuti Hamil hingga Cuti Haid untuk Pekerja Tidak Dihapus
    07 Ajaran Pantang Menyerah dan Lawan Rasa Lelah dari Shin Tae-yong
    08 Kecelakaan Lalu lintas Superben Terbalik, Avanza Ringsek
    09 Kecamatan Bangkinang Kota Paparkan Musrenbangcam Prioritas Tahun 2021
    10 Pemain Persija Disambut 'Song of Pride' di Stadion Gelora Delta Sidoarjo
    11 Final Piala Gubernur Jatim 2020, Adu Tajam Da Silva dan Simic pada Laga Persebaya Vs Persija
    12 Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess
    13 Tingkatkan Ekonomi Masyarakat , Pemda Kuansing Upayakan Harga Karet Di Kuansing Meningkat.
    14 Jokowi ke Riau, HK Klaim Pembangunan Tol Permai Sudah 90 Persen
    15 3.200 Personel Gabungan Siap Amankan Kedatangan Presiden ke Riau
    16 City Menang, Aymeric Laporte Bikin Rekor
    17 Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020
    18 Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) Republik Indonesia mengelar sosialisasi program Per
    19 Ribuan Suporter Antre Tiket Laga Persebaya vs Arema Final Piala Gubernur Jatim
    20 Edwin Pratama Serahkan Usulan Pembangunan Riau ke Menteri PUPR
    21 Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
    22 Gubernur Riau Pimpinan Rapat Bahas Persiapan Kunjungan Presiden Jokowi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA