Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Korupsi Proyek Subkontraktor Fiktif
Jumat, 07-02-2020 - 13:04:34 WIB

TERKAIT:
 
 

Jakarta, Liputanonline.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu memanggil tiga saksi dalam penyidikan kasus korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Ketiganya dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Divisi ll PT Waskita Karya Fathor Rachman (FR).

"Penyidik hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi untuk tersangka FR terkait tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Tiga saksi, yakni Direktur Utama PT Berkat Putera Utama atau staf yang ditunjuk, Manager Sales Marketing Ruang Teknik atau staf yang ditunjuk, dan karyawan PT Waskita Karya Purma Yose Rizal.

Diketahui selain Fathor, KPK juga telah menetapkan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Fathor dan Yuly dan kawan-kawan diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Sebagian dari pekerjaan tersebut diduga telah dikerjakan oleh perusahaan lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan subkontraktor yang teridentifikasi sampai saat ini.

Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif itu, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Namun selanjutnya, perusahaan-perusahaan subkontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar.

Dari perhitungan sementara dengan berkoordinasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, diduga terjadi kerugian keuangan negara setidaknya sebesar Rp186 miliar.

Perhitungan tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif tersebut.

Diduga empat perusahaan subkontraktor tersebut mendapat "pekerjaan fiktif" dari sebagian proyek-proyek pembangunan jalan tol, jembatan, bandara, bendungan, dan normalisasi sungai. Total terdapat 14 proyek terkait pekerjaan fiktif tersebut.

14 proyek itu antara lain proyek Normalisasi Kali Bekasi Hilir, Bekasi, Jawa Barat, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22, Jakarta, proyek Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat, proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta, proyek PLTA Genyem, Papua, dan proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat.

Selanjutnya, proyek "fly over" Tubagus Angke, Jakarta, proyek "fly over" Merak-Balaraja, Banten, proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta, proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W 1, Jakarta, proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali, proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali, proyek Jembatan Aji Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Atas perbuatannya, Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. (red)
 
Sumber:Riausidik.Com



 
Berita Lainnya :
  • KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Korupsi Proyek Subkontraktor Fiktif
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Olympiakos Vs Arsenal, Gol Tunggal Lacazette Bawa The Gunners Menang
    02 Satukan Persepsi Tanoto Foundation untuk Tingkatkan Pendidikan
    03 Anggota DPRD Riau Gelar Reses
    04 Sukses Fasilitasi Ganti Rugi Jalan Tol, Kementerian PUPR Puji Bupati Kampar
    05 Menaker: Cuti Hamil hingga Cuti Haid untuk Pekerja Tidak Dihapus
    06 Ajaran Pantang Menyerah dan Lawan Rasa Lelah dari Shin Tae-yong
    07 Kecelakaan Lalu lintas Superben Terbalik, Avanza Ringsek
    08 Kecamatan Bangkinang Kota Paparkan Musrenbangcam Prioritas Tahun 2021
    09 Pemain Persija Disambut 'Song of Pride' di Stadion Gelora Delta Sidoarjo
    10 Final Piala Gubernur Jatim 2020, Adu Tajam Da Silva dan Simic pada Laga Persebaya Vs Persija
    11 Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess
    12 Tingkatkan Ekonomi Masyarakat , Pemda Kuansing Upayakan Harga Karet Di Kuansing Meningkat.
    13 Jokowi ke Riau, HK Klaim Pembangunan Tol Permai Sudah 90 Persen
    14 3.200 Personel Gabungan Siap Amankan Kedatangan Presiden ke Riau
    15 City Menang, Aymeric Laporte Bikin Rekor
    16 Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020
    17 Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) Republik Indonesia mengelar sosialisasi program Per
    18 Ribuan Suporter Antre Tiket Laga Persebaya vs Arema Final Piala Gubernur Jatim
    19 Edwin Pratama Serahkan Usulan Pembangunan Riau ke Menteri PUPR
    20 Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
    21 Gubernur Riau Pimpinan Rapat Bahas Persiapan Kunjungan Presiden Jokowi
    22 Riau 2021, Pemprov Butuh Anggaran Rp3,4 Triliun Untuk Bangun Daerah
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © LIPUTANONLINE.COM - AKTUAL & TERPERCAYA